Journal articles

“1969,” JKRSB, Vol. 1(1), 2017:1-4.

“Membangun bencana: Tinjauan kritis atas peran negara dalam kasus Lapindo” [Developing disaster: Critical notes on the role of the state in Lapindo case], Masyarakat: Jurnal Sosiologi, Vol. 20(2), 2015:159-192. [see article]

“Manusia dan tanah: Kehilangan dan kompensasi dalam kasus Lapindo” [Man and land: Lost and compensation in Lapindo case], Bhumi: Jurnal Agraria dan Pertanahan, Vol. 1(1), 2015:1-11. [see article]

“Mediating the victims: the role of an intellectual in the Lapindo case,” EthnoScripts, Vol. 15(2), 2013:131-147.

“Pemanfaatan Sanggar Alfaz sebagai strategi pemuda Besuki Timur mengatasi bencana industri lumpur Lapindo” [Utilizing Sanggar Alfaz as a strategy of Besuki Timur youth in coping with the industrial disaster of Lapindo mudflow], Jurnal Studi Pemuda, Vol. 2(1), 2013:28-44. Coauthors: Lutfi  Amiruddin and Daris Ilma.

“Sejarah pemberadaban: mengenalkan Norbert Elias pada sosiologi Indonesia” [Civilizing process: introducing Norbert Elias to Indonesian sociology], Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, Vol. 24(3), 2011:183-191.

“Wacana media alternatif dalam kasus Lapindo” [The discourse of alternative media on Lapindo case], Jurnal Dinamika HAM, Vol. 10(1), 2010:45-64.

“Melihat kasus Lapindo sebagai bencana sosial” [Seeing Lapindo case as social disaster], Masyarakat, Kebudayaan, dan Politik, Vol. 23(1), 2010:63-75.

“The ‘Lapindo case’ by mainstream media,” Indonesian Journal of Social Sciences, Vol. 1(3), 2009.

“How is Indonesia possible?,” Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, Vol. 21(3), 2008.