Teori Kritik dan Postmodernisme

Pengampu: Dr. Anton Novenanto; Wida Ayu Puspitosari, M.Si.

Dalam mata kuliah ini mahasiswa diajak untuk melakukan merefleksikan konsep “modernitas” yang memicu lahirnya sosiologi sebagai sebuah disiplin ilmu. Sosiologi adalah salah satu disiplin, di antara disiplin lain, yang lahir dalam konteks “modernisasi” itu dan kemudian belakangan mengkritiknya.

Sejak dicetuskan pada era Pencerahan Abad ke-16, “modernitas” dianggap sebagai kondisi ideal yang dibayangkan para pemikir Pencerahan tentang menjadi manusia paling hakiki dengan kuasa akal budi dalam membongkar mitos-mitos tradisional dan religius yang selama itu mengelabui umat manusia. Faktanya, “modernisasi” telah menembus batas-batas spasial, temporal dan kultural dan membuatnya justru menghasilkan kondisi yang tidak manusiawi, atau dehumanisasi. Bahkan, di banyak kalangan teoretis dan praktisi ilmu sosial “modernisme” menjadi satu-satunya paham dalam melakukan rekayasa sosial, yang ironisnya itu terjadi tanpa disadari.

Selama perkuliahan, mahasiswa akan dilatih menggunakan pelbagai kerangka berpikir dalam ilmu sosial dan filsafat yang muncul sebagai reaksi atas “modernitas.” Secara umum ada dua kelompok besar pemikir: yang mendukung dan yang menggugat. Para pendukung modernitas percaya bahwa dalam modernisasi dan modernisme melekat bias kelompok dan kelas sosial. Hal ini telah mengabaikan (bahkan, meniadakan) keberadaan kelompok dan kelas sosial lainnya dan prinsip kemanusiaan dalam modernitas dipertanyakan kembali. Para pendukung modernitas menelusuri pelbagai bentuk “rasionalitas” – yang selama ini direduksi sebatas rasionalitas-tujuan, dalam pengertian Max Weber. Belakangan muncul kesepakatan tidak tertulis di kalangan ilmuwan sosial tentang “modernitas yang jamak” (modernities).

Pada sisi lain, tidak sedikit ilmuwan sosial yang menggugat “modernitas” dan mengambil langkah radikal dengan menganggap “modernitas” hanya salah satu narasi budaya yang lahir dari rahim Pencerahan. Para penggugat modernitas berpandangan bahwa pada saat yang bersamaan berkembang pula dengan narasi-narasi lain yang sudah ada sebelum dan sesudah Pencerahan. Sistem-sistem budaya lain dengan logika praktik sosial yang berbeda (kerap kali, bertentangan) dengan sistem budaya “modern” yang begitu dominan.

Silabus perkuliahan dapat diunduh di tautan berikut ini: unduh silabus.